100 Things Every Black Girl Should Know: For Girls 10-100

100 Things Every Black Girl Should Know: For Girls 10-100

Ujian Nasional Sebuah balok m = 1,0 kg meluncur turun tanpa kecepatan awal. balok itu menuruni bidang miring yang licin serta kemiringannya 30o terhadap bidang datar. setelah mencapai ujung bawah bidang miring, balok meneruskan geraknya pada bidang datar yang kasar. koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang datar adalah 0,4 dan gravitasi setempat 10 m/s2 . jika panjang lintasan balok pada bidang datar adalah 12,5 m, panjang lintasannya pada bidang miring adalah … m

Sebuah balok m = 1,0 kg meluncur turun tanpa kecepatan awal. balok itu menuruni bidang miring yang licin serta kemiringannya 30o terhadap bidang datar. setelah mencapai ujung bawah bidang miring, balok meneruskan geraknya pada bidang datar yang kasar. koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang datar adalah 0,4 dan gravitasi setempat 10 m/s2 . jika panjang lintasan balok pada bidang datar adalah 12,5 m, panjang lintasannya pada bidang miring adalah … m

Panjang lintasan bidang miring dengan kemiringan 30° yang dilewati balok bermassa 1 kg yang meluncur tanpa kecepatan awal dan berlanjut ke bidang datar kasar sepanjang 12,5 m dengan koefisien gesek kinetis 0,4 dan percepatan gravitasi 10 m/s² adalah 10 m. Nilai ini diperoleh dengan Hukum Newton dan konsep gerak lurus berubah beraturan (GLBB).

Penjelasan dengan langkah-langkah:

Diketahui:

m = 1 kg

v₀ = 0 m/s (tanpa kecepatan awal)

α = 30°

μ[tex]_k[/tex] = 0,4

g = 10 m/s²

s bidang datar 12,5 m

Ditanya: s bidang miring

Jawab:

Pada bidang miring licin, balok mengalami percepatan. Gaya yang bekerja pada balok hanyalah gaya yang sejajar dengan bidang miring, yaitu wsin α (perkalian antara gaya berat balok dengan perbandingan trigonometri sudut pada balok). Mari hitung gaya berat balok.

w = mg = 1·10 = 10 N

Lalu, hitung percepatan yang dialami balok pada bidang miring (a₁).

ΣF = ma₁

wsin α = ma₁

10·sin 30° = 1·a₁

10·½ = a₁

a₁ = 5 m/s²

Pada bidang datar kasar, balok mengalami perlambatan. Gaya yang bekerja pada balok hanyalah gaya yang sejajar dengan bidang datar, yaitu gaya gesek kinetik atau f[tex]_k[/tex]. Gaya gesek kinetik pada balok melibatkan gaya normal balok. Secara tegak lurus bidang datar, gaya-gaya yang bekerja hanyalah gaya berat (w) dan gaya normal (N). Karena balok tidak mengalami gerakan secara vertikal, resultan gaya vertikalnya adalah nol, maka:

ΣF[tex]_y[/tex] = 0

N-w = 0

N = w

N = 10 N

Mari hitung besarnya gaya gesek kinetis.

f[tex]_k[/tex] = μ[tex]_k[/tex]N = 0,4·10 = 4 N

Kemudian, hitung perlambatan yang dialami balok (a₂).

ΣF = ma₂

-f[tex]_k[/tex] = ma₂

-4 = 1·a₂

a₂ = -4 m/s²

Karena panjang lintasan balok pada bidang datar adalah 12,5 m, maka balok berhenti setelah menempuh lintasan tersebut (kecepatan akhirnya bernilai nol, atau v₂ = 0 m/s). Mari hitung nilai kecepatan awal (v₁) saat balok meneruskan geraknya dari bidang datar.

2·a₂·s bidang datar = v₂²-v₁²

2·(-4)·12,5 = 0²-v₁²

-100 = 0-v₁²

-100 = -v₁²

v₁² = 100

v₁ = √100

v₁ = 10 m/s

Kecepatan awal balok pada bidang datar menjadi kecepatan akhir balok pada bidang miring, sehingga berlaku:

2·a₁·s bidang miring = v₁²-v₀²

2·5·s bidang miring = 10²-0²

10·s bidang miring = 100-0

s bidang miring = 100/10

s bidang miring = 10 m

Jadi, panjang lintasannya pada bidang miring adalah 10 m.

Pelajari lebih lanjut:

Materi tentang Menghitung Gaya Gesek Balok pada Bidang Miring https://brainly.co.id/tugas/6176601

#BelajarBersamaBrainly

#SPJ1

[answer.2.content]